Welcome...

Welcome...

Pengaruh Tayangan TV Terhadap Perilaku Anak

Pengaruh tayangan tv terhadap perilaku anak - Tayangan tv memiliki pengaruh penting dalam kehidupan manusia. Tidak Jarang apa yang disiarkan dalam televisi akan memancing penonton untuk melakukan apa yang dilihatnya di televisi. Simak saja efek dari pengaruh tayangan tv bisa membentuk budaya massa di berbagai tempat di dunia ini.

Irlandia
sekarang ini masyarakat di sana lebih gemar meminum vodka ketimbang whiskey akibat dari Serial Sex dan the City.

Brasil
Brasil merupakan negara yang terkenal sebagai negara pengekspor film telenovela. Data statistik menyebutkan, angka kelahiran di brasil menurun menjadi 2,3 anak per wanita dari sebelumnya yang menunjukkan angka di 6,3. Beberapa pakar menyebutkan penurunan angka kelahiran di brasil tidak lepas dari pengaruh serial film telenovela yang menampilkan sosok keluarga kecil di dalamnya.

Amerika Serikat
Masyarakat Amerika Serikat tidak jarang menyaksikan tayangan menyangkut operasi plastik yang ditengarai sebagai penyebab masyarakat disana tertarik ikut melakukannya. Baca Juga: Gejala dan Cara Mencegah Cacingan pada Anak.

China
Sarana lokal di sana menyebutkan, serial TV Friends menciptakan beberapa muda-mudi di China meniru gaya hidup para tokoh dalam serial ternama itu. Salah satunya dengan cara menempati apartemen yang berdekatan dengan temannya.

Butan
Pemerintah di negeri Butan mempunyai slogan Gross National Happiness ini melarang siaran MTV & World Wrestling Entertainment lantaran argumen meningkatnya perbuatan kekerasan di kalangan anak-anak.

Indonesia
Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyebutkan resiko penayangan pornografi di tv menyebabkan meningkatnya kasus kehamilan tak dikehendaki di kalangan remaja, kekerasan seksual, bahkan aborsi. Begitu pun resiko tayangan berbau kekerasan. Salah satunya yaitu ketika seorang bocah polos meninggal dunia akibat bergulat dengan seorang temannya, kejadian ini tak lepas dari pengaruh  tayangan tv yaitu smackdown yang beberapa waktu lalu sempat boomming di Indonesia.

Dampak Buruk Terlalu Sering Menyantap Junk Food bagi Anak

Dampak Buruk Terlalu Sering Menyantap Junk Food bagi Anak - Terlalu sering menyantap makanan cepat saji atau junk food tidak saja akan menggangu kesehatan Anak melainkan juga bisa menyebabkan prestasi anak di sekolah jadi menurun. Sebuah penelitian pun dilakukan untuk membuktikannya.


Penelitian yang berlangsung di Amerika Serikat ini dilakukan dengan cara menyurvei sekitar 3.000 peserta didik dan siswi sekolah dasar. dilansir dari Telegraph, penelitian itu menunjukan bahwa adanya jalinan pola makan yang tak sehat bersama menurunnya kekuatan akademik peserta didik & siswi tersebut.

Dampak buruk terlalu sering menyantap junk food bagi anak.
Penelitian pertama dilakukan pada anak yang makan di restoran siap saji tiga kali seminggu. Diwaktu diteliti lebih jauh, kapabilitas membaca & matematika mereka rata rata  141.5 poin.

Sedangkan penelitian pada para peserta didik yang makan di restoran siap saji empat hingga lima kali, mendapat nilah lebih rendah 7 poin.Yang paling mencengangkan, anak yang menyantap makanan langsung saji satu kali sehari dapat mengalami kemerosotan nilai sampai 16 poin & yang tiga kali sehari sejumlah 19 poin. Baca Juga: Makanan yang Penting bagi Perkembangan Otak Anak

Para ahli menemukan bahwa makanan-makanan ada di restoran siap saji, bila dimakan dalam jumlah yang tidak sedikit bakal memunculkan ganjalan kognitif terhadap anak. Ganjalan itulah yang seterusnya mempengaruhi kemampuan anak dalam menyerap ilmu di sekolah

Ketahuilah Faktor Penyebab Anak Suka Berbohong

Ketahuilah faktor penyebab anak suka berbohong - Jika kita amati beberapa anak berumur pra sekolah tak gampang mengakui hal-hal yang jelas-jelas sudah dilakukannya, meskipun dengan alasan dan maksud tujuan tertentu.


Berikut beberapa faktor penyebab anak suka berbohong :

1. Imajinasi aktif
Di umur ini anak-anak sangat kaya akan fantasi/imajinasi. Kreativitas mereka memuncak & mereka berpikir, apa yang ia pikir di dalam alam pikirannya memang benar-benar betul. Lagipula, menurut mereka, tiap-tiap orang berpergian ke bulan akan menggunakan roket raksasa.

2. Angan-angan atau harapan
Diwaktu anak  berumur pra sekolah bersikeras menyampaikan ia tak memecahkan vas bunga ibunya yang mahal, sebenarnya bukan tujuan ia buat menghindari kenyataan. Maksudnya, ia berharap kejadian itu tidak terjadi dan mengecewakan orang lain lantaran itu ia meyakinkan ibunya, bahwa kejadian itu tidak ada sangkut paut dengan dirinya.

3. Lupa atau tak sengaja
Anak-anak di umur pra sekolah mempunyai daya ingat yang pendek. Maka dari itu, ketika si anak ditanya mengapa dirinya bertengkar? Ia pun berusaha untuk tidak berbohong, dengan cara memberikan jawaban seperti; tidak, saya tidak bertengkar! saya hanya berusaha merebut mainan saya yang telah diambilnya!

4. Tidak mau dicela
Anak suka berbohong akan sangat menghindari cercaan atau luapan emosi orangtua, oleh karena itu tidak jarang mereka akan memilih untuk berbohong sekaligus ia tidak ingin mengecewakan orangtua dengan kelakuannya yang buruk.

5. Mau dikagumi
Terkadang anak ingin dianggap hebat oleh orang sekitarnya. di kala ia menceritakan kepada orang tua nya bahwa ia berenang di kolam renang khusus orang dewasa, sebetulnya ia amat mau dipuji & dikagumi akan kehebatannya. Penyebab kebohongan satu ini pun kadang dilakukan tanpa disadarinya.

6. Ingin diperhatikan
dengan imajinasi yang tinggi, sebagian anak akan berusaha mengarang cerita sebagai jurus jitunya dalam rangka mencari perhatian orangtuanya. Tanpa memikirkan sisi negatif dari kebiasaannya tersebut. Kebiasaan ini pun akan terus berlanjut jika si anak mendapatkan perhatian dengan cara jitunya.  Baca Juga: Cara Mengatasi Ketakutan Anak pada Hari Pertama Sekolah

7. Menguji peraturan
Pada saat jam tidur siang, si anak sedang menonton tv, padahal dia tahu di jam-jam tersebut ia tidak diperbolehkan untuk menonton tv. Kemudian ketika ia diingatkan ibunya akan peraturan jam tidur siang, si anak pun akan merengek dengan jawaban: sepanjang hari ini saya belum menonton tv, padahal ibu tahu ia sedang berbohong. Hal demikian adalah wajar dimana anak terkadang merasa terkungkung dengan peraturan-peraturan didalam keluarganya.

Faktor anak suka berbohong.
Kebiasaan anak suka berbohong memang tidak lah baik, apalagi kebiasaan itu akan terus berlanjut jika si anak berpendapat kebohongan akan menyelesaikan masalahnya. Nasehatilah anak berbohong kecil atau besar itu adalah sebuah dosa, karena lebih baik jujur diawal walau memang akan membuat kita merasa malu dan bersalah dibandingkan dengan melakukan kebohongan yang akan merusak kepribadiannya.